Sebab Akibat Terdapat 3 :
Sebab Utama (Mutlak Tiada Sekutu BagiNya) :
Hanya Allah yang memasukkan kedalam syurga
Sebab Dasar :
Bersaksi /Bersyahadat
Tanpa syahadat manusia tidak akan memasuki syurga. Seperti halnya abu jahal tidak akan masuk syurga (naudzubillah min dzalik)
"Barangsiapa bersyahadat (bersaksi) bahwa tiada Ilah (Tuhan) yang berhak disembah kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dan (bersyahadat) bahwa Isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya, kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dan ruh daripada-Nya; dan (bersyahadat) pula bahwa surga benar adanya dan neraka benar adanya; pasti Allah memasukkannya ke dalam surga betapapun amal yang telah diperbuatnya."
(Muttafaq Alaih)
(Muttafaq Alaih)
Sebab Peringkat :
Amal Sholeh
“Itulah surga yang dikaruniakan untuk kalian,
disebabkan amal sholeh kalian dahulu di dunia”
(QS. Az-Zukhruf : 72)
Rasul bersabda :
“Sesungguhnya penghuni surga yang menempati derajat yang paling tinggi, akan melihat orang-orang yang berada di bawah mereka, seperti kalian melihat bintang yang terbit di ufuk langit.
Dan sngguh Abu Bakr dan ‘Umar, termasuk dari mereka dan yang paling baik”
(HR. Tirmidzi).
“Sesungguhnya penghuni surga yang menempati derajat yang paling tinggi, akan melihat orang-orang yang berada di bawah mereka, seperti kalian melihat bintang yang terbit di ufuk langit.
Dan sngguh Abu Bakr dan ‘Umar, termasuk dari mereka dan yang paling baik”
(HR. Tirmidzi).
Imam al Qurtubi rahimahullah menerangkan,
اعلم أن هذه الغرف مختلفة في العلو ، والصفة ، بحسب اختلاف أصحابها في الأعمال ، فبعضها أعلى من بعض ، وأرفع
“Ketahuilah bahwa kamar di surga berbeda-beda dalam hal derajat ketinggian dan sifatnya, sesuai perbedaan penghuninya dalam amal perbuatan.
Maka satu dari mereka lebih tinggi derajatnya dari yang lain”
(at Tadzkiroh fi Ahwal al Mauta wa Umur al Akhiroh, hal. 398)
![]() |
| @ Kali Gua Bumiayu |
Artikel diatas hanya untuk diri saya sendiri karena keterbatasan ilmu yang saya miliki. Jika ingin diamalkan silahkan. Jika tidakpun perbedaan diperkenankan. Karena kita beragam untuk disatukan seperti halnya satu bangunan yang kokoh
